Sunday, January 8, 2012

Mengembalikanmu


Apakah itu, dirimu yang berjiwa mongkok?
Atau desir hatimu yang mulai bengkok?
Padahal entah apa yang bisa kita bangga,
sedang raga ini sejatinya tak berpunya.

Di sisi waktu yang berbuai manja,
kau bilang kau akan baik-baik saja.
Aku pikir bukan aku yang mendadak dramatis,
bila kulihat matamu mulai gerimis.

Itu kah...lengan harimu yang tak lagi campin mengayuh waktu?

Tetiba aku melihat visiun di ujung kaldron bernama luka.
Sungguh, dari jauh...yang ingin kulakukan hanyalah memeluk...
lalu mengelon detikdetik yang melaju agar mau kembali,
dan mengembalikanmu...

Biarkan Kawan, biarkan...
Cencawan kita kembali meletak di ujung sajadah
Merapat pada Robbnya, merindu percakapan didaktis yang meruah
Hingga keluwung cinta-Nya...lagilagi tumpah rekah...


Bandung, 04.01.12
*) foto dari sini

Tuesday, January 3, 2012

Untuk Kamu, Na

Suatu hari aku akan melihat senyummu lebih merekah dari hari ini, Na. Mungkin di tempat yang sama saat kita menganyam riak di pinggir danau itu. Dengan pemandangan yang sama...tapi dengan perasaan yang lebih indah. Karena saat itu aku tahu, kau sudah berhasil menakhodai perahumu hingga sampai ke dermaganya. Cukuplah gemintang yang berkelip di sudut bola matamu itu, menjadi bukti nyatanya. Nanti.

Tahukah kau, Na? Bahwa banyak keajaiban yang terjadi dalam hidup kita? Sayang-Nya, Cinta-Nya, selalu bisa membuat kita sadar, bahwa semua itu ada jalannya. Kita hanya perlu bersabar dan berikhtiar. Aku jadi jauh lebih lega sekarang, mendengar cerita-ceritamu...menyanyikan soundtrack kita di teras rumahmu...ah, itu melegakan, Na. Karena -kukatakan padamu- keajaiban itu seperti sedang mengujiku. Dan yang kuperlukan sudah kudapatkan : Berbagi denganmu.

Aku masih ingat bagaimana langkah-langkah kecil kita berlari agar kita tidak terlambat datang kuliah pagi. Atau duduk bersama bersamping-sampingan di undakan tempat duduk pertunjukan. Atau saat berpelukan, menangis, dan pada akhirnya menuntaskan kelaparan dengan sepiring mie goreng saat kita harus mengaku kalah. Ada lagu-lagu yang tiba-tiba mengalun, menemani, dan menyimpan memori. Ini aku, bersamamu, yang selalu mengenang masa-masa indah itu.

Bagaimana rasanya kehilangan seorang malaikat di hati kita, Na? Aku tak pernah membayangkannya. Bahkan aku belum sempat bertemu dengannya. Aku ingin mencium tangannya, merasakan hangatnya. Kupikir kau akan terus membasuh wajahmu dengan air mata, Na...tapi ternyata tidak. Kau bahkan menyambutku dengan senyummu, dan riangmu tetap seperti biasanya, tak ada yang berbeda. Ya, itu dirimu...perempuan tegar itu.

Terima kasih, Na. Untuk setiap pembelajaran, persahabatan, dan kekuatan yang kau bagi lewat setiap kata, peluk, dan doa. Semoga Alloh senantiasa Menjagamu. Menjaga kita. Dalam kebaikan dan kasih sayang-Nya. Aamiin... :)

Kekuatan, hati,
Yang berpegang, janji,
Genggamlah tangan ku, cinta
Ku tak akan pergi,
Meninggalkan mu sendiri,
Temani hati mu cinta
~ Sebelum Cahaya, Letto

Sunday, January 1, 2012

Fireworks






Maybe you're reason why all the doors are closed
So you can open one that leads you to the perfect road
- from "Firework" song lyric

Saturday, December 24, 2011

Dance with My Father


Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me
And then
Spin me around 'till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk
Another dance with him
I'd play a song that would never ever end
How I'd love love love
To dance with my father again

When I and my mother
Would disagree
To get my way I would run
From her to him
He'd make me laugh just to comfort me
yeah yeah
Then finally make me do
Just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step
One final dance with him
I'd play a song that would never ever end
Cause I'd love love love to
Dance with my father again

Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how mama would cry for him
I'd pray for her even more than me
I'd pray for her even more than me

I know I'm praying for much to much
But could you send her
The only man she loved
I know you don't do it usually
But Dear Lord
She's dying to dance with my father again

Every night I fall asleep
And this is all I ever dream


A Song by Luther Van Dross
Written by Luther Van Dross and Richard Marx
Pict is taken from here
You can hear and download the song by follow this link

Tuesday, December 20, 2011

Cute Little Girl with Her Bubbles




Some of my link-to-kids-dreams are being owner and teacher of kids school, having kids photo studio with many children's books there, and of course...writing for them. Well, looks like having a kids center is a wonderful idea, is it? :)

* pictures were taken in CFD Dago, used Kia's Canon EOS 550D
* model : a cute girl on CFD, lucky me...her parent let me to take her picts, thank u :)

Saturday, December 10, 2011

Coretan #3

Hujan sore ini tanpamu. Di tempat yang sama, di tempat di mana kita bersua untuk pertama kalinya. Ini Nin, yang pernah kukatakan padamu. Bahwa selalu ada tempat istimewa, yang mengingatkan kita pada orang-orang istimewa.

Tahukah kamu, Nin? Aku sudah mengakrabi tempat ini sekian lama. Saat usiaku masih bisa diacungkan oleh jari-jari kita. Saat aku menyeriusi waktu-waktu bermainku.

Waktu itu, aku begitu kagum pada para kakak yang berjalan dengan penuh semangat menyambut panggilan-Nya ke tempat ini. Terpesona pada yang membaca kalam-Nya dengan khusyu' di pelatarannya. Atau kepada yang asyik berdiskusi bahkan belajar dengan ramai. Ah, sampai kini pun. Sampai kini pun aku masih merasa demikian adanya.

Nin, dulu sekali aku pikir air di tempat ini adalah air yang dikeluarkan dari lemari pendingin. Karena kakiku seringkali tergelitik dalam gigil saat mengambil wudhu, atau sekadar mengusap mukaku. Kini, dinginnya tak sama lagi. Mungkin karena polusi makin menggila, dan lubang ozon makin menganga. Apa kau sepakat denganku, Nin?

Aku selalu suka berada di sini, Nin. Kesejukan yang kurasa. Dan seringkali mengobati kerinduanku pada kampus dan suasananya yang hampir selalu membahagiakan.

Bagaimana tidak membahagiakan, jika di setiap sudutnya kau temukan cinta yang bertebaran?

Ilmu berterbangan di sini, Nin. Juga ukhuwah yang menyelimuti. Ada lingkaran-lingkaran cahaya yang kautemukan. Seperti juga halnya aku, kau pasti merasakannya juga, kan?

Aku pun masih ingat, Nin. Saat bermalam di sini bersamamu. Berburu seribu bulan. Malam itu dingin, tapi berada di sini bersama orang-orang sholeh membuatnya terasa hangat. Bukan begitu, Nin?

Hujan sekarang sudah mereda. Rasanya kusudahi saja tulisan ini. Ta'lim akan segera dimulai dan pekerjaan kita untuk besok belum juga selesai.

Terima kasih, Nin. Sudah membuatku menulis. Rasanya, saat aku mengingat tempat ini, seketika aku pula aku teringat padamu. Dan aku benar-benar bersyukur akan hal itu.

Selamat datang kembali, matahari!



Pelataran Masjid Salman ITB, 10.12.11
Di sore yang (kuharap) akan segera cerah setelah hujan...

Wednesday, December 7, 2011

In Purple


Find hearts in purple
On the day that bloom just like a bubble
Whose will I get as the humble?

Bandung, 07.12.11
...on the night like this...