I do apologize, friends...
Because I know, my faults are too much
Blank and blank...
I found in my way to you
The step to get closer to you
Are not available to me
Please open...
Open your heart,
and let me find forgiveness in your heart...
Saturday, November 7, 2009
Thursday, October 22, 2009
And Don't Know What...
The days flown away...
Without I know to which way I should to take my steps
I don't know how to named it
It just strange, and not comfort at all
Sometimes I think, I am not in the right track
Just like u can watch from a far...and could do nothing
No sounds...just the silence...
I didn't see smiles anymore
I didn't feel warmness anymore
I didn't...
Without I know to which way I should to take my steps
I don't know how to named it
It just strange, and not comfort at all
Sometimes I think, I am not in the right track
Just like u can watch from a far...and could do nothing
No sounds...just the silence...
I didn't see smiles anymore
I didn't feel warmness anymore
I didn't...
Sunday, September 13, 2009
Wednesday, September 9, 2009
Ya Alloh...
Kau sampaikan aku
Pada titik ini
Titik yang dulu sempat kukira tak mungkin kuraih
Karena keterbatasanku
Namun, bukankah kasih-Mu tak terbatas
Dan memang tak ada batasan bagi-Mu
Untuk membuat semuanya mungkin
Untuk membuat semuanya nyata
Rabb...
Sungguh tiada daya dan upaya
Melainkan karena pertolongan-Mu
09/09/09 >> already done :) alhamdulillah
Kau sampaikan aku
Pada titik ini
Titik yang dulu sempat kukira tak mungkin kuraih
Karena keterbatasanku
Namun, bukankah kasih-Mu tak terbatas
Dan memang tak ada batasan bagi-Mu
Untuk membuat semuanya mungkin
Untuk membuat semuanya nyata
Rabb...
Sungguh tiada daya dan upaya
Melainkan karena pertolongan-Mu
09/09/09 >> already done :) alhamdulillah
Monday, August 31, 2009
Tak Akan Menyerah!
Sudah berkali-kali aku melewati
Rintangan silih berganti
Bahkan yang kukira ku tak mampu menghadapinya
Namun pertolongan-Nya telah membuatku
Sampai di titik ini
Maka begitupun saat ini :
Aku tak akan menyerah!
Akan kulakukan yang terbaik
Yang aku bisa
Dan menyerahkan hasil akhirnya pada-Nya
Keep Fight!
Wednesday, August 19, 2009
Kalau Boleh...
Kalau boleh,
aku ingin kembali menemuimu
dengan segenggam langkah
yang pernah kutapaki saat senja
Kalau boleh,
aku ingin kembali melihat senyummu
yang penuh dengan makna kepadaku
di sela gerimis sore itu
Kalau boleh,
ingin sekali aku mulai menyusun lagi kepingan itu
membentuk rupa yang lebih indah
dalam hamparan langit pagi hari bersamamu
Kalau boleh,
aku ingin kembali mengakrabimu
mengakrabi waktu-waktu pelangi
dan waktu saat kita bersama melukis langit
Izinkanlah Ya Rabb...
*) saat teringat akan sesuatu yang sudah lama terlupakan
aku ingin kembali menemuimu
dengan segenggam langkah
yang pernah kutapaki saat senja
Kalau boleh,
aku ingin kembali melihat senyummu
yang penuh dengan makna kepadaku
di sela gerimis sore itu
Kalau boleh,
ingin sekali aku mulai menyusun lagi kepingan itu
membentuk rupa yang lebih indah
dalam hamparan langit pagi hari bersamamu
Kalau boleh,
aku ingin kembali mengakrabimu
mengakrabi waktu-waktu pelangi
dan waktu saat kita bersama melukis langit
Izinkanlah Ya Rabb...
*) saat teringat akan sesuatu yang sudah lama terlupakan
Adikku Di Ujung Jalan Itu
Dek, masih kuingat senyummu saat fajar merekah,
menemani langkah-langkah kita menuju lapangan rektorat.
Tak kulupa riang wajahmu dan ringan langkahmu saat itu.
Kita akan melalui masa ospek ini!
Yang membuatku kaget adalah kau tiba-tiba mengeluh perutmu sakit.
Belum makan, katamu.
Kuserahkan roti seadanya. Dan kau melahapnya dengan bersemangat.
Lagi-lagi aku tersenyum melihat betapa jenakanya tingkahmu.
Dek, selama hari-hari ospek itu, terenyuh aku melihat kebersahajaanmu.
Tak pernah mengeluh dan selalu berusaha membantu dengan ketulusan.
Aku pun banyak belajar dari dirimu.
Setahun ini, hampir tak kudengar kabarmu.
Yang kutahu kau sakit dan cuti dari kuliahmu.
Yang bisa kueja hanya doa.
Namun beberapa hari lalu, aku terhenyak.
Mendengar kabar kau telah pergi dan takkan mungkin bisa kusapa lagi.
Secepat itukah?
Dek, bagaimanapun jua,
kuharap kau pergi ke sisi-Nya dengan satu makna : SYAHID
Seperti namamu...ANWAR SAHID...
menemani langkah-langkah kita menuju lapangan rektorat.
Tak kulupa riang wajahmu dan ringan langkahmu saat itu.
Kita akan melalui masa ospek ini!
Yang membuatku kaget adalah kau tiba-tiba mengeluh perutmu sakit.
Belum makan, katamu.
Kuserahkan roti seadanya. Dan kau melahapnya dengan bersemangat.
Lagi-lagi aku tersenyum melihat betapa jenakanya tingkahmu.
Dek, selama hari-hari ospek itu, terenyuh aku melihat kebersahajaanmu.
Tak pernah mengeluh dan selalu berusaha membantu dengan ketulusan.
Aku pun banyak belajar dari dirimu.
Setahun ini, hampir tak kudengar kabarmu.
Yang kutahu kau sakit dan cuti dari kuliahmu.
Yang bisa kueja hanya doa.
Namun beberapa hari lalu, aku terhenyak.
Mendengar kabar kau telah pergi dan takkan mungkin bisa kusapa lagi.
Secepat itukah?
Dek, bagaimanapun jua,
kuharap kau pergi ke sisi-Nya dengan satu makna : SYAHID
Seperti namamu...ANWAR SAHID...
Subscribe to:
Posts (Atom)