"There's no key to happiness, the door is always open."
- via Rahmadiyanti
: Sahabat
Kapankah aku sesetia Harun pada Musa?
Bermesra di jalan-Nya
Saling menguatkan dalam doa
dan cahaya...
Tetiba aku juga teringat akan Abdullah dan Mush'ab *)
Dipersaudarakan mereka oleh Nabi Cinta
Meski rupa jelas berbeda, tapi hati mereka satu makna
Dalam dekap-Nya...
Atau kapankah aku setulus Abu Dzar Al Ghifari
Saat meminta maaf padamu,
Seperti permohonan maafnya pada Bilal bin Rabah
Saat hati tak sengaja menyakiti?
Maka lihatlah Salman Al Farisi,
Ia mencari sahabat untuk diberi, bukan memberi
Mulialah ia saat merelakan Abud Darda
Menikahi wanita yang ia pinang namun menolaknya
Takkan pernah bisa...aku selayak Abu Bakar
Pendamping sejati Sang Rasul kita
"Jangan sedih, hai Abu Bakar. Alloh bersama kita."
Maka sirnalah segala duka luka
Ah, kita mungkin takkan pernah bisa sehebat mereka
Tapi mari, Sahabat, mari...
Meneladani mereka, sedapat yang kita bisa
Dalam ukhuwah yang paling sederhana
Saling mengingat dalam pagi petang rabithah kita...
Atau berbagi dalam sahaja senyuman kita :)
Maka kutemukan pintu kebahagiaan yang terbuka itu
Saat mengingat indahnya kehangatan bersamamu...
~ Untuk Para Sahabat di manapun berada
Semoga kelak kita berkumpul bersama di jannah-Nya
Allohumma aamiin...
*) Mush'ab bin Umair dan Abdullah bin Ummi Maktum
Wednesday, February 16, 2011
Thursday, February 10, 2011
For The Amazing Brother(s)
: Kak Sopi Ahyar
Kau memintaku menulis sebuah surat untukmu
Lalu sedetik aku menggumam
Apa yang bisa kutulis untukmu, Kakak?
Ah, aku hanya merindui candamu
Juga kecemburuanku dulu padamu
Masih ingatkah, surat yang dulu sempat kukirimkan padamu?
Itu saat aku kelas satu sekolah menengah
Saat aku sedang sebal-sebalnya pada mamah
Karena aku di nomor duakan, setelah kakak-kakak yang entah
Bagaimana tidak?
Di rumah seringkali nama-nama kalian disebutnya
Membuat aku bertanya-tanya :
Siapakah mereka yang sudah merebut waktu bunda?
Maka tergeraklah pena itu
Bicaralah kertas bergaris itu
Dan mengenalah kita semua...
Then I know, why my mom is very proud of u all...
Coz u are amazing, by the way u are...
For being our brother now and ever, thank u
For keeping mom's smile, thank u
For sharing and caring here with us, thank u
And for being urself and change to be a better one, thank u...
Adikmu,
Rifi :)
Kau memintaku menulis sebuah surat untukmu
Lalu sedetik aku menggumam
Apa yang bisa kutulis untukmu, Kakak?
Ah, aku hanya merindui candamu
Juga kecemburuanku dulu padamu
Masih ingatkah, surat yang dulu sempat kukirimkan padamu?
Itu saat aku kelas satu sekolah menengah
Saat aku sedang sebal-sebalnya pada mamah
Karena aku di nomor duakan, setelah kakak-kakak yang entah
Bagaimana tidak?
Di rumah seringkali nama-nama kalian disebutnya
Membuat aku bertanya-tanya :
Siapakah mereka yang sudah merebut waktu bunda?
Maka tergeraklah pena itu
Bicaralah kertas bergaris itu
Dan mengenalah kita semua...
Then I know, why my mom is very proud of u all...
Coz u are amazing, by the way u are...
For being our brother now and ever, thank u
For keeping mom's smile, thank u
For sharing and caring here with us, thank u
And for being urself and change to be a better one, thank u...
Adikmu,
Rifi :)
Sunday, February 6, 2011
Re : Sekadar Tinta Maya
: Khalifa Rafa Azzahra
Aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana
Mungkin menyelimut bersama sepi
Atau menari bersama mimpi
Yang entah...
Tentang kata,
Kurasa ia masih membersamai para pecintanya
Tentang rasa,
Kurasa ia masih ada di antara serak puing asa
Tentang rindu dan cinta,
Kurasa kita harus samasama kembali pada makna-Nya
Maka biarlah tinta semu
Dari penghujung penamu
Yang mungkin hampir patah menuliskan rindu
Menjadi saksi bisu
Setidaknya aku, masih bisa memeluk bayangmu
Jadi, apa yang sungguh kau resahkan, Sayang?
Bila itu sunyi,
aku sudah berkencan dengannya sekian lama
Bila itu harap,
bukankah kita masih bisa menanti senja?
Melayangkan doadoa,
berharap terpaut di sayap malaikat
Maka aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana
Sebab tak perlu sebab
Tak perlu sembab
Karena kita masih bisa berbagi air mata cahaya
Bukan begitu, Sayang?
~ untuk my faculty-poem-mate ever
: Sedang resah dan gelisah kah?
Bukankah kita selalu punya Alloh di atas segalanya?
So, we don't have to be worry, ukh...do we? :)
Aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana
Mungkin menyelimut bersama sepi
Atau menari bersama mimpi
Yang entah...
Tentang kata,
Kurasa ia masih membersamai para pecintanya
Tentang rasa,
Kurasa ia masih ada di antara serak puing asa
Tentang rindu dan cinta,
Kurasa kita harus samasama kembali pada makna-Nya
Maka biarlah tinta semu
Dari penghujung penamu
Yang mungkin hampir patah menuliskan rindu
Menjadi saksi bisu
Setidaknya aku, masih bisa memeluk bayangmu
Jadi, apa yang sungguh kau resahkan, Sayang?
Bila itu sunyi,
aku sudah berkencan dengannya sekian lama
Bila itu harap,
bukankah kita masih bisa menanti senja?
Melayangkan doadoa,
berharap terpaut di sayap malaikat
Maka aku bukan ingin bertanya
Mengapa dirimu masih jua di sana
Sebab tak perlu sebab
Tak perlu sembab
Karena kita masih bisa berbagi air mata cahaya
Bukan begitu, Sayang?
~ untuk my faculty-poem-mate ever
: Sedang resah dan gelisah kah?
Bukankah kita selalu punya Alloh di atas segalanya?
So, we don't have to be worry, ukh...do we? :)
Saturday, January 29, 2011
To Where You Are
This song just remembering me to my beloved father,
whom I miss so much right now :
I know you're there
A breath away not far
To where you are
----------------------------------------------
To Where You Are - Josh Groban
Who can say for certain
Maybe you're still here
I feel you all around me
Your memory, so clear
Deep in the stillness
I can hear you speak
You're still an inspiration
Can it be
That you are mine
Forever love
And you are watching over me from up above
Fly me up to where you are
Beyond the distant star
I wish upon tonight
To see you smile
If only for awhile to know you're there
A breath away not far
To where you are
Are you gently sleeping
Here inside my dream
And isn't faith believing
All power can't be seen
As my heart holds you
Just one beat away
I cherish all you gave me everyday
'Cause you are my
Forever love
Watching me from up above
And I believe
That angels breathe
And that love will live on and never leave
Fly me up
To where you are
Beyond the distant star
I wish upon tonight
To see you smile
If only for awhile
To know you're there
A breath away not far
To where you are
I know you're there
A breath away not far
To where you are
whom I miss so much right now :
I know you're there
A breath away not far
To where you are
----------------------------------------------
To Where You Are - Josh Groban
Who can say for certain
Maybe you're still here
I feel you all around me
Your memory, so clear
Deep in the stillness
I can hear you speak
You're still an inspiration
Can it be
That you are mine
Forever love
And you are watching over me from up above
Fly me up to where you are
Beyond the distant star
I wish upon tonight
To see you smile
If only for awhile to know you're there
A breath away not far
To where you are
Are you gently sleeping
Here inside my dream
And isn't faith believing
All power can't be seen
As my heart holds you
Just one beat away
I cherish all you gave me everyday
'Cause you are my
Forever love
Watching me from up above
And I believe
That angels breathe
And that love will live on and never leave
Fly me up
To where you are
Beyond the distant star
I wish upon tonight
To see you smile
If only for awhile
To know you're there
A breath away not far
To where you are
I know you're there
A breath away not far
To where you are
Friday, January 28, 2011
Membersamai Sahaja di Jogja
: Mona
Bagaimana aku mengenalmu, duhai gadis sahaja?
Kutelusuri, lalu kudapat jawabnya
Bit-bit maya tlah mendekatkan kita
Bermula dari kata, lalu cerita, hingga sampai pada makna
Bagiku kau sesederhana senja
Yang tak lama ditatap mata
Tapi selalu dinanti kehadirannya
Ya, aku mengenalmu hanya dari kata
Kita tak pernah bertatap muka
Apalagi merangkai cakap bersama
Tapi bukankah cukup, ukhuwah itu sebagai rasa?
Hingga nanti bila aku sempat membersamai Jogja,
kuyakin kan kurasa pula sahajamu di sana...
~ Untuk Mona :
thanks for being my sister and share a lot 'till today... 
may Alloh Keeps u in His way... *hugs* 
Bagaimana aku mengenalmu, duhai gadis sahaja?
Kutelusuri, lalu kudapat jawabnya
Bit-bit maya tlah mendekatkan kita
Bermula dari kata, lalu cerita, hingga sampai pada makna
Bagiku kau sesederhana senja
Yang tak lama ditatap mata
Tapi selalu dinanti kehadirannya
Ya, aku mengenalmu hanya dari kata
Kita tak pernah bertatap muka
Apalagi merangkai cakap bersama
Tapi bukankah cukup, ukhuwah itu sebagai rasa?
Hingga nanti bila aku sempat membersamai Jogja,
kuyakin kan kurasa pula sahajamu di sana...
~ Untuk Mona :
thanks for being my sister and share a lot 'till today... 
may Alloh Keeps u in His way... *hugs* 
Monday, January 24, 2011
Mendung, Hujan, Pelangi, dan Kamu
Mendung itu haru,
sepercik kelabu
yang mewakili hatiku yang abuabu
Hujan itu makna,
padanya kita berguru
tentang dzikir langit pada Tuhannya
Pelangi itu harap,
selepas matahari terlelap
penyejuk jiwaku yang sempat kalap
Dan kamu,
cukuplah berada di sampingku
Menghapus mendungku
Memaknai hujanku
Dan mengukir pelangi di senyumku...
sepercik kelabu
yang mewakili hatiku yang abuabu
Hujan itu makna,
padanya kita berguru
tentang dzikir langit pada Tuhannya
Pelangi itu harap,
selepas matahari terlelap
penyejuk jiwaku yang sempat kalap
Dan kamu,
cukuplah berada di sampingku
Menghapus mendungku
Memaknai hujanku
Dan mengukir pelangi di senyumku...
Sunday, January 23, 2011
: Kepada Anugerah
Kau memintaku memintal satu puisi untukmu
Membuatku sedikit termenung
Di bawah langit yang murung
Bagaimanalah?
Belum jua kusiapkan jejarum dan bebenang
Sedang hatiku masih penuh tanda tanya
Lalu mulai kupikirkan lamatlamat
Di atas mesin jahit kataku yang sempat kusimpan rapatrapat
Ini bukan tentang sempat atau tak sempat
Ini mungkin tentang kisah yang tak pernah pepat
Maka saat ini,
Pikirkanlah saja tentang bagaimana
Mengikat makna, ilmu, dan kebaikan
Untuk negeri kita yang mungkin terabaikan
Di tanganmu, duhai Apoteker
Bisakah kau racik sesuatu
Untuk menyembuhkan hati yang pilu?
Atau kata miskin yang beraduadu
Di harihari bangsa ini yang masih sendu?
~ tertunaikan sudah sebuah janji, alhamdulillah :)
Membuatku sedikit termenung
Di bawah langit yang murung
Bagaimanalah?
Belum jua kusiapkan jejarum dan bebenang
Sedang hatiku masih penuh tanda tanya
Lalu mulai kupikirkan lamatlamat
Di atas mesin jahit kataku yang sempat kusimpan rapatrapat
Ini bukan tentang sempat atau tak sempat
Ini mungkin tentang kisah yang tak pernah pepat
Maka saat ini,
Pikirkanlah saja tentang bagaimana
Mengikat makna, ilmu, dan kebaikan
Untuk negeri kita yang mungkin terabaikan
Di tanganmu, duhai Apoteker
Bisakah kau racik sesuatu
Untuk menyembuhkan hati yang pilu?
Atau kata miskin yang beraduadu
Di harihari bangsa ini yang masih sendu?
~ tertunaikan sudah sebuah janji, alhamdulillah :)
Subscribe to:
Posts (Atom)