Thursday, December 2, 2010

Kepada...

Kepada malam,
Aku kedinginan di sela-sela senyummu yang patah. Tersudut di pojok ganjilku bersamamu. Mengais kubikel dalam labirin yang tak pernah padam. Inikah jalanku? Berkali aku bertanya padamu, berharap kutemukan jawabnya. Pada tiap rintik hujan, dan jalanan di bawah payungku, lepas senja yang tak pernah lagi kueja warnanya.

Kepada sepi,
Sudah berapa kali kita berkencan, Teman? Sedu sedan sudah kuhamparkan, bersamamu di sisiku. Aku mungkin yang tak pernah bisa mengerti, atau sekedar menatap pelangi. Karena aku terlalu riuh, karena aku terlalu sibuk, mengenal dirimu. Maka biarkan aku menjejak lagi. Hari-hari bernama sunyi. Atau entah, dengan apalagi kau menyebutnya.

Kepada senja,
Maafkan, Sayang. Aku telah lama melupakan janji kita. Untuk bertemu setiap hari, di waktu yang sama. Saat pendarmu sedang hangat-hangatnya. Saat pelan-pelan kau pergi untuk kembali keesokan hari. Aku terlalu enggan meninggalkan waktu-waktu menatap lamat-lamat angka-angka. Ah bukan, aku bukan enggan. Tapi terpaksa enggan.

Kepada hujan,
Dinginmu berkali mendekapku. Tak apa. Kuyup pun tak apa. Bukankah sudah berkali, kita bermesraan saat langit telah kelam? Di suatu kali, aku mengigil dalam kabut waktu. Dulu aku percaya padamu, bahwa aku akan baik saja. Bukankah sudah kau katakan berulang, bahwa pelangi akan datang selepas rintik derasmu atau bahkan setelah kilatan badai? Di saat akhir, aku hanya ternganga, menyadari engkau berdusta.

Kepada waktu,
Aku terantuk-antuk menyejajarimu. Sudah lelah, kataku suatu kali. Apa yang kuharapkan dari yang kujalani? Adakah senyum bersahaja, dari seorang malaikat bernama Bunda? Ah, berpeluh sudah. Menangis sudah. Aku di ujungmu. Aku di lukamu. Aku di perihmu. Maukah engkau, pelan-pelan berdamai denganku?

Di waktu lewat senja, saat malam tiba, di temani hujan yang sepi.
Di situlah, aku.

1 comment:

  1. alhamdulillah..
    ternyata aku menemukan strawberry disini
    bgaimana kbar mu..

    strawberry..
    ku percaya, Allah kan selalu memberikan yg terbaik untuk mu

    ku percaya..
    kamu bisa terus memberikan matahari pelangi-pelangi
    sepanjang hidupmu..

    hingga kmu tersenyum bersama senyumnya nanti..

    selamat hari lahir, barakallohu fi umrik..
    bahagiakanlah siapa-siapa yg ingin ia bahagiakan..
    bersama diri mu..

    ReplyDelete